
Keterangan Gambar : Dari Siahaan. Foto/mataulinews.com
Mataulinews.com, - Pagi-pagi di hari Isnin (10/12), suasana di komplek SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, terlihat seperti biasa: bersih, sejuk dan asri.
Menjelang bel sekolah berbunyi, anak-anak sekolah berlari-lari kecil memburu waktu menuju kelas, tak mau terlambat. Keriuhan ini, setiap hari sekolah menjadi pemandangan wajib.
Menyaksikan itu, Darsi Siahaan (46) 'melempar' senyum tipis dan sesekali menggelengkan kepala. Ia memegang sapu lidi, di tengah taman berumput hijau di pekarangan belakang gedung utama sekolah.
Pak Siahaan, sapaan akrab buat Darsi. Ia bekerja sebagai petugas kebersihan di sekolah unggulan ini sejak 5 tahun silam. Setiap hari ia bergelut dengan sapu-gunting-ranting-daun kering-cangkul dan pupuk.
"Ini sudah tugas saya," ucap pak Siahan saat berbincang dengan Mataulinews.com.
Sembari tetap tekun menyapu daun-daun kering yang jatuh dimakan usia, pak Siahaan mengaku risih setiap kali melihat pekarangan berserak daun apalagi sampah.
Baginya, menjaga kebersihan sekolah Matauli bukan soal berapa honor yang ia peroleh. Kebersihan menurut dia wujud dari ibadah. Kebersihan dan kerapian, menjadikan suasana sekolah nyaman untuk belajar.
"Biar para siswa nyaman belajar. Kalau semua bersih, anak-anak bisa belajar dengan baik," tuturnya.
Penulis : Yohana
Redaktur : Astri







.png)


LEAVE A REPLY